Wartahub, Jakarta.- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garuda Astacita Nusantara (GAN) mendukung langkah Pimpinan Baru Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membangun sistem pengawasan, monitoring, dan evaluasi yang lebih kuat dalam pelaksanaan berbagai program pemenuhan gizi masyarakat.

Ketua Umum DPP GAN, Muhammad Burhanuddin, mengatakan bahwa penguatan sistem pengawasan merupakan salah satu faktor penting dalam menjamin keberhasilan program-program nasional yang memiliki cakupan luas dan melibatkan anggaran negara dalam jumlah besar.

Menurut Burhanuddin, keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh perencanaan yang baik, tetapi juga oleh kemampuan lembaga dalam mengawasi pelaksanaan program secara berkelanjutan. Dengan sistem pengawasan yang kuat, berbagai potensi kendala dapat dideteksi lebih awal sehingga langkah perbaikan dapat segera dilakukan.

DPP GAN menilai kebutuhan terhadap pengawasan yang efektif semakin penting seiring dengan meningkatnya skala pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Program tersebut menjangkau jutaan penerima manfaat dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari tingkat pusat hingga daerah.

Saat ini, BGN dipimpin oleh Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN bersama Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. DPP GAN melihat kepemimpinan baru tersebut memiliki kapasitas yang memadai untuk memperkuat sistem pengendalian internal dan tata kelola program secara menyeluruh.

Burhanuddin menjelaskan bahwa keberadaan sistem monitoring yang baik sangat diperlukan untuk memastikan setiap kebijakan yang dirancang dapat diterjemahkan secara tepat dalam pelaksanaan di lapangan. Tanpa mekanisme pemantauan yang memadai, pemerintah akan kesulitan mengukur efektivitas program secara objektif.

Menurutnya, monitoring tidak hanya berfungsi untuk mengawasi penggunaan anggaran, tetapi juga untuk menilai kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Aspek seperti ketepatan sasaran penerima manfaat, kualitas makanan, efektivitas distribusi, serta dampak program terhadap kondisi gizi masyarakat harus menjadi bagian dari proses evaluasi.

DPP GAN juga menilai bahwa pendekatan berbasis data harus menjadi salah satu fondasi utama dalam sistem pengawasan BGN ke depan. Pengambilan keputusan yang didukung data yang akurat akan membantu meningkatkan efektivitas program sekaligus meminimalkan potensi kesalahan dalam pelaksanaannya.

Burhanuddin mengatakan bahwa selama ini pemerintah telah menunjukkan komitmen besar dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, keberhasilan program dalam jangka panjang memerlukan dukungan sistem evaluasi yang mampu memberikan gambaran nyata mengenai capaian dan tantangan yang dihadapi.

Dalam konteks tersebut, DPP GAN mendorong BGN untuk membangun sistem pelaporan yang lebih terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh unit pelaksana di lapangan. Integrasi data dinilai penting untuk menghasilkan informasi yang lebih cepat, akurat, dan mudah dianalisis.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital juga perlu terus diperluas. Digitalisasi sistem monitoring dapat membantu meningkatkan efisiensi pengawasan sekaligus memberikan akses informasi yang lebih luas kepada para pengambil kebijakan.

DPP GAN menilai penggunaan teknologi akan sangat membantu dalam memantau distribusi layanan gizi di berbagai wilayah Indonesia yang memiliki karakteristik geografis berbeda-beda. Dengan sistem yang terhubung secara digital, proses pengawasan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif.

Burhanuddin juga menyoroti pentingnya membangun indikator keberhasilan yang jelas dan terukur. Menurutnya, setiap program pemerintah harus memiliki target yang dapat dievaluasi secara berkala agar hasil yang dicapai dapat diketahui secara objektif.

Dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, misalnya, indikator keberhasilan tidak cukup hanya diukur dari jumlah makanan yang didistribusikan. Dampak terhadap penurunan angka stunting, peningkatan kesehatan anak, peningkatan konsentrasi belajar, dan perbaikan kualitas hidup masyarakat juga harus menjadi perhatian utama.

DPP GAN mengingatkan bahwa pengawasan yang baik bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan memastikan seluruh proses berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Karena itu, budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan perlu terus diperkuat di lingkungan BGN.

Burhanuddin menilai pengalaman Agustina Arumsari dalam bidang pengawasan dan investigasi menjadi salah satu modal penting dalam memperkuat tata kelola kelembagaan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan sistem pengendalian yang semakin profesional dan akuntabel.

Di sisi lain, pengalaman Nanik Sudaryati Deyang dalam bidang komunikasi publik dinilai akan membantu meningkatkan transparansi serta keterbukaan informasi kepada masyarakat. Sementara pengalaman Mayjen TNI Trenggono di bidang manajemen organisasi dan logistik diyakini mampu memperkuat pengawasan terhadap proses distribusi layanan di lapangan.

Menurut DPP GAN, sinergi ketiga pimpinan tersebut dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun sistem monitoring dan evaluasi yang tidak hanya efektif secara administratif, tetapi juga mampu menghasilkan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

Burhanuddin menambahkan bahwa masyarakat juga perlu dilibatkan dalam proses pengawasan program. Partisipasi publik dapat menjadi sumber masukan yang berharga dalam mengidentifikasi berbagai kendala serta mempercepat proses penyempurnaan kebijakan.

Dengan adanya sistem pengawasan yang kuat, DPP GAN optimistis berbagai program yang dijalankan BGN akan semakin efektif dalam mencapai tujuan pembangunan gizi nasional. Penguatan monitoring dan evaluasi juga diyakini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program-program pemerintah.

“DPP GAN mendukung penuh upaya kepemimpinan baru BGN dalam memperkuat sistem pengawasan dan monitoring program. Kami berharap langkah tersebut mampu meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat efektivitas pelaksanaan program, serta memastikan setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Burhanuddin.

By Admin99

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *